Senin, 30 Desember 2013

Sebagian sifat yang membedakan Nabi Muhammad SAW dengan manusia biasa.


MAMPU MELIHAT DARI BELAKANG SEBAGAIMANA DARI DEPAN Al Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Apakah kalian melihat qiblatku di sini ?. Demi Allah, ruku’ dan sujud kalian tidak samar bagi saya. Sungguh saya bisa melihat kalian dari balik punggungku.” Muslim meriwayatkan dari Anas bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Wahai manusia, sesungguhnya saya adalah imam kalian. Maka janganlah mendahului saya dengan ruku’ dan sujud. Karena saya bisa melihat kalian dari arah depan dan belakang.” Abdurrazaq meriwayatkan dalam karyanya, dan Al Hakim serta Abu Nu’aim dari Abu Hurairah bahwa Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya saya mampu melihat sesuatu dari arah belakangku sebagaimana dari arah depanku.” Abu Nu’aim meriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudri, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh saya mampu melihat kalian dari balik punggungku.”

 BELIAU MAMPU MELIHAT APA YANG TIDAK KITA LIHAT DAN MAMPU MENDENGAR APA YANG TIDAK KITA DENGAR Dari Abu Dzarr, ia berkata, “Rasulullah bersabda, “Sungguh saya mampu melihat apa yang tidak kalian lihat dan mampu mendengar apa yang tidak kalian dengar. Langit bersuara dan ia memang wajib bersuara. Demi Dzat yang nyawaku berada di tangannya, tidak ada di langit tempat seluas empat jari-jari kecuali ada malikat yang meletakkan keningnya bersujud kepada Allah. Demi Allah, jika kalian mengetahui apa yang saya ketahui, niscaya kalian sedikit tertawa dan banyak tersenyum, tidak akan bersenang-senang dengan wanita di atas tempat tidur dan niscaya akan pergi ke tempat-tempat tinggi berlindung kepada Allah.” Abu Dzarr berkata, “Sekiranya saya jadi pohon yang ditebang.” HR. Ahmad, Al Turmudzi dan Ibnu Majah.

 KETIAK MULIA NABI SAW Al Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Anas, ia berkata, “Saya melihat Rasulullah SAW berdo’a seraya mengangkat kedua tangan beliau hingga kedua ketiaknya terlihat.” Ibnu Sa’ad meriwayatkan dari Jabir, ia berkata, “Nabi SAW itu jika sujud maka warna putih kedua ketiak beliau terlihat.” Dalam banyak hadits dari sekelompok sahabat terdapat keterangan yang menjelaskan putihnya kedua ketiak beliau. Al Muhib Al Thabari berkata, “Salah satu keistimewaan beliau SAW adalah bahwa ketiak semua orang berubah warnanya kecuali beliau.” Al Qurthubi mengemukan pendapat yang sama dengan Al Thabari. “Dan sesungguhnya ketiak beliau tidak berambut,” tambahnya.

 NABI SAW TIDAK MENGUAP Al Bukhari meriwayatkan dalam Al Tarikh, Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf dan Ibnu Sa’ad dari Yazid ibn Al Ashamm, ia berkata, “Tidak pernah sekalipun Nabi SAW menguap.” Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan dari Maslamah ibn Abdil Malik ibn Marwan, ia berkata, “Tidak pernah sekalipun Nabi SAW menguap.”

 AIR KERINGAT MULIA NABI SAW Muslim meriwayatkan dari Anas, ia berkata, “Rasulullah SAW masuk menemui kami lalu beliau tidur siang. Saat tidur badan beliau mengeluarkan keringat. Ibuku datang membawa botol. Kemudian ia mengambil keringat Nabi dengan kain. Lalu Nabi terjaga dan bertanya, “Apa yang kamu lakukan ini, wahai Ummu Sulaim ?”. “Keringat yang saya masukkan dalam minyak wangi saya. Keringat ini paling wanginya wewanginan,” jawab ibuku. Muslim juga meriwayatkan lewat jalur lain dari Anas, ia berkata, “Sesungguhnya Nabi SAW mendatangi Ummu Sulaim. Lalu beliau hendak tidur siang. Ummu Sulaim kemudian menggelar alas dari kulit dan Nabi tidur di atasnya. Nabi adalah orang yang banyak mengeluarkan keringat. Ummu Sulaim kemudian mengumpulkan keringat beliau lalu memasukkannya dalam minyak wangi dan botol. “Wahai Ummu Sulaim, apa ini ?” tanya Nabi. “Keringat yang saya campurkan pada minyak wangi saya,” jawab Ummu Sulaim.

 TINGGI BADAN NABI SAW Ibnu Khaitsamah meriwayatkan Tarikhnya, Al Baihaqi dan Ibnu ‘Asakir dari ‘Aisyah, ia berkata, “Rasulullah bukan lelaki jangkung dan pendek. Jika berjalan sendirian postur beliau dinilai sedang. Jika beliau berjalan dengan seseorang yang dinilai tinggi maka tinggi beliau akan melampauinya. Terkadang beliau didampingi oleh dua orang yang berpostur tinggi tapi tinggi badan beliau mengalahkan keduanya. Jika keduanya meninggalkan beliau, maka beliau dinilai sebagai orang yang berpostur sedang. Dalam Al Khashaish, Ibnu Sab’in menyebutkan hal di atas. “Sesungguhnya Rasulullah SAW jika duduk maka pundak beliau lebih tinggi dari semua orang yang duduk,” tambah Ibnu Sab’in.

BAYANGAN RASULULLAH SAW Al Hakim dan Al Turmudzi meriwayatkan dari Dzakwan bahwa Rasulullah SAW tidak memiliki bayangan baik di bawah sinar matahari atau pun bulan. Ibnu Sab’in berkata, “Salah satu keistimewaan Nabi SAW adalah bahwa bayangan beliau tidak jatuh di atas tanah dan bahwa beliau adalah cahaya. Jika beliau berjalan di bawah sinar matahari atau bulan maka tidak terlihat bayangan beliau. Sebagian ulama mengatakan, “Fakta ini diperkuat oleh sebuah hadits beliau dalam berdo’a, “Jadikanlah saya cahaya.” Al Qadli ‘Iyadl dalam Al Syifa’ dan Al ‘Izz dalam Maulidnya mengatakan, “Salah satu keistimewaan Nabi SAW bahwa beliau tidak dihinggai lalat.” Dalam Al Khashaish. Ibnu Sab’in menyebutkannya dengan redaksi : Tidak ada seekor nyamuk pun yang hinggap di atas pakaian Nabi SAW. “Bahwa kutu tidak menyakiti beliau,” tambahnya.

 DARAH NABI SAW Al Bazzar, Abu Ya’la, Al Thabarani, Al Hakim dan Al Baihaqi meriwayatkan dari Abdullah ibn Zubair bahwa ia datang kepada Nabi SAW pada saat beliau sedang melakukan bekam. Setalah Nabi selesai berbekam beliau berkata, “Wahai Abdullah, pergilah dan tumpahkanlah darah ini di tempat yang tidak diketahui orang.” Abdullah meminum darah tersebut. Ketika ia kembali Nabi bertanya, “Apa yang kamu lakukan?” “Saya letakkan darah tersebut dalam tempat paling tersembunyi yang saya tahu bahwa tempat itu tersembunyi dari manusia,” jawab Abdullah ibnu Zubair. “Paling engkau meminumnya.” “Benar.” “Celakalah manusia karena kamu dan celakalah kamu karena mereka,” kata Nabi. Akhirnya orang-orang menganggap bahwa kekuatan yang dimiliki Abdullah ibnu Zubair adalah akibat meminum darah Nabi SAW.

 TIDURNYA NABI SAW Al Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari ‘Aisyah, ia bertanya, “Apakah engkau akan tidur sebelum shalat witir?” “Wahai ‘Aisyah, sesungguhnya kedua mataku tertidur tapi hatiku tidak tidur,” jawab Nabi SAW. Nabi SAW bersabda, “Para Nabi itu mata mereka tertidur namun hati mereka tidak.”
 HUBUNGAN INTIM NABI SAW Al Bukhari meriwayatkan dari jalur Qatadah dari Anas, ia berkata, “Nabi SAW menggilir para istrinya yang berjumlah sebelas orang dalam satu waktu pada siang dan malam.” Saya bertanya kepada Anas, “Apakah Nabi kuat?” “Kami mengobrol bahwa beliau diberi kekuatan 30 laki-laki,” jawab Anas.
 TERHINDARNYA BELIAU DARI MIMPI BASAH Al Thabarani meriwayatkan lewat jalur ‘Ikrimah dari Anas dan Ibnu ‘Abbas, dan Al Dinawari dalam Al Mujalasah lewat jalur Mujahid dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata, “Tidak ada seorang Nabi pun yang mimpi basah. Karena mimpi basah hanyalah dari syetan.”

 AIR SENI NABI SAW Al Hasan ibnu Sufyan meriwayatkan dalam Al Musnadnya, Abu Ya’la, Al Hakim, Al Daruquthni, dan Abu Nu’aim dari Ummu Aiman, ia berkata, “Suatu malam Nabi bangkit berdiri menuju kendi yang ada di samping rumah lalu beliau kencing pada tempat itu. Kemudian pada malam itu saya bangun dan merasa haus. Lalu saya minum dari isi kendi tersebut. Saat pagi tiba saya menceritakan peristiwa semalam kepada beliau. Beliau tertawa dan berkata, “Sesungguhnya setelah hari ini perut kamu tidak akan merasakan sakit selamanya.” ‘Abdurrazaq meriwayatkan dari Ibnu Juraij, ia berkata, “Saya diberi informasi bahwa Nabi SAW kencing pada wadah kayu lalu wadah itu diletakkan di bawah tempat tidur beliau. Kemudian Nabi datang tapi tiba-tiba wadah itu tidak ada isinya sama sekali. Lalu Nabi bertanya kepada seorang perempuan bernama Barakah yang mengabdi kepada Ummu Habibah dan datang bersamanya dari tanah Habasyah, “Di manakah air seni yang ada pada wadah?” “Saya minum,” jawab Barakah. “Sehat, wahai Ummu Yusuf,” lanjut Nabi. Barakah pun dijuluki Ummu Yusuf dan tidak mengalami sakit sama sekali sampai sakit yang dialami waktu kematian menjemput. Ibnu Dihyah berkata, “Peristiwa yang dialami Barakah adalah peristiwa lain, bukan peristiwa Ummu Aiman dan Barakah Ummu Yusuf bukan Barakah Ummu Aiman.”

Selasa, 24 Desember 2013

NABI MUHAMMAD SAW di alam barzah

Sabda Rasulullah saw : “aku melewati Musa (as) dimalam aku di Isra kan di Katsibil
Ahmar dan Musa berdiri di kuburnya dan ia shalat” (Shahih Muslim Bab Fadhail), bahkan
firman Allah swt : “Janganlah kalian menyangka orang yang terbunuh dijalan Allah itu
mati, bahkan mereka hidup dan diberi rizki oleh Allah” (Al Imran-169),
Saya perjelas lagi bahwa berdoa di kuburan pun adalah sunnah Rasulullah saw, beliau saw
bersalam dan berdoa di Pekuburan Baqi’, dan berkali - kali beliau saw melakukannya,
demikian diriwayatkan dalam Shahihain Bukhari dan Muslim, dan beliau saw bersabda :
“Dulu aku pernah melarang kalian menziarahi kuburan, maka sekarang ziarahlah”.
(Shahih Muslim hadits No.977 dan 1977)
Dan Rasulullah saw memerintahkan kita untuk mengucapkan salam untuk ahli kubur
dengan ucapan “Assalaamu alaikum Ahliddiyaar minalmu’minin walmuslimin, wa
Innaa Insya Allah Lalaahiquun, As’alullah lana wa lakumul’aafiah..” (Salam sejahtera
atas kalian wahai penduduk penduduk dari Mukminin dan Muslimin, Semoga kasih sayang
Allah atas yang terdahulu dan yang akan datang, dan Sungguh Kami Insya Allah akan
menyusul kalian, Aku memohon kepada Allah untukku dan kalian Afiah ) (Shahih Muslim
hadits No 974, 975, 976). Hadits ini menjelaskan bahwa Rasulullah saw bersalam pada Ahli
Kubur dan mengajak mereka berbincang-bincang dengan ucapan “Sungguh Kami Insya
Allah akan menyusul kalian”.

Rasul saw berbicara kepada yang mati sebagaimana selepas perang Badr, Rasul saw
mengunjungi mayat – mayat orang kafir, lalu Rasulullah saw berkata : “wahai Abu Jahal bin
Hisyam, wahai Umayyah bin Khalf, wahai ‘Utbah bin Rabi’, wahai syaibah bin rabi’ah,
bukankah kalian telah dapatkan apa yang dijanjikan Allah pada kalian…?!, sungguh
aku telah menemukan janji Tuhanku benar..!”, maka berkatalah Umar bin Khattab ra
: “wahai rasulullah.., kau berbicara pada bangkai, dan bagaimana mereka mendengar
ucapanmu?”, Rasul saw menjawab : “Demi (Allah) Yang diriku dalam genggamannya,
engkau tak lebih mendengar dari mereka (engkau dan mereka sama – sama mendengarku),
akan tetapi mereka tak mampu menjawab” (Shahih Muslim hadits No.6498).
Makna ayat : “Sungguh Engkau tak akan didengar oleh yang telah mati”.
Berkata Imam Qurtubi dalam tafsirnya makna ayat ini bahwa yang dimaksud orang yang
telah mati adalah orang kafir yang telah mati hatinya dengan kekufuran, dan Imam
Qurtubi menukil hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim bahwa Rasul saw
berbicara dengan orang mati dari kafir Quraisy yang terbunuh di perang Badr. (Tafsir
Qurtubi Juz 13 hal 232).

Berkata Imam Attabari rahimahullah dalam tafsirnya bahwa makna ayat itu : bahwa engkau
wahai Muhammad tak akan bisa memberikan kefahaman kepada orang yang telah
dikunci Allah untuk tak memahami (Tafsir Imam Attabari Juz 20 hal 12, Juz 21 hal 55)
Berkata Imam Ibn katsir rahimahullah dalam tafsirnya : “walaupun ada perbedaan pendapat
tentang makna ucapan Rasul saw pada mayat – mayat orang kafir pada peristiwa Badr,
namun yang paling shahih diantara pendapat para ulama adalah riwayat Abdullah bin
Umar ra dari riwayat riwayat shahih yang masyhur dengan berbagai riwayat, diantaranya
riwayat yang paling masyhur adalah riwayat Ibn Abdilbarr yang menshahihkan riwayat
ini dari Ibn Abbas ra dengan riwayat Marfu’ bahwa : “tiadalah seseorang berziarah ke
makam saudara uslimnya didunia, terkecuali Allah datangkan ruhnya hingga menjawab
salamnya”, dan hal ini dikuatkan dengan dalil shahih (riwayat shahihain) bahwa
Rasul saw memerintahkan mengucapkan salam pada ahlilkubur, dan salam hanyalah
diucapkan pada yang hidup, dan salam hanya diucapkan pada yang hidup dan berakal
dan mendengar, maka kalau bukan karena riwayat ini maka mereka (ahlil kubur) adalah
sama dengan batu dan benda mati lainnya. Dan para salaf bersatu dalam satu pendapat
tanpa ikhtilaf akan hal ini, dan telah muncul riwayat yang mutawatir (riwayat yang sangat
banyak) dari mereka, bahwa Mayyit bergembira dengan kedatangan orang yang hidup ke
kuburnya”. Selesai ucapan Imam Ibn Katsir (Tafsir Imam Ibn Katsir Juz 3 hal 439).

Riwayat lainnya Rasul saw bertanya – tanya tentang seorang wanita yang biasa berkhidmat
di masjid, berkata para sahabat bahwa ia telah wafat, maka Rasul saw bertanya : “mengapa
kalian tak mengabarkan padaku?, tunjukkan padaku kuburnya” seraya datang ke
kuburnya dan menyolatkannya, lalu beliau saw bersabda : “Pemakaman ini penuh
dengan kegelapan (siksaan), lalu Allah menerangi pekuburan ini dengan shalatku pada
mereka” (Shahih Muslim hadits No.956)
Abdullah bin Umar ra bila datang dari perjalanan dan tiba di Madinah maka ia segera masuk
masjid dan mendatangi Kubur Nabi saw seraya berucap : Assalamualaika Yaa Rasulallah,
Assalamualaika Yaa Ababakar, Assalamualaika Ya Abataah (wahai ayahku)”. Sunan
Imam Baihaqi Alkubra hadits No.10051
Berkata Abdullah bin Dinar ra : Kulihat Abdullah bin Umar ra berdiri di kubur Nabi saw
dan bersalam pada Nabi saw lalu berdoa, lalu bersalam pada Abubakar dan Umar ra”
(Sunan Imam Baihaqiy Alkubra hadits No.10052)
Sabda Rasulullah saw : Barangsiapa yang pergi haji, lalu menziarahi kuburku setelah aku
wafat, maka sama saja dengan mengunjungiku saat aku hidup (Sunan Imam Baihaqiy
Alkubra hadits No.10054).

Dan masih banyak lagi kejelasan, dan memang tak pernah ada yang mengingkari ziarah kubur
sejak Zaman Rasul saw hingga kini selama 14 abad (1.400 ratus tahun lebih semua muslimin
berziarah kubur, berdoa, bertawassul, bersalam dll tanpa ada yang mengharamkannya
apalagi mengatakan musyrik kepada yang berziarah, hanya kini saja muncul dari kejahilan
dan kerendahan pemahaman atas syariah, munculnya pengingkaran atas hal – hal mulia ini
yang hanya akan menipu orang awam, karena hujjah – hujjah mereka batil dan lemah.
Dan mengenai berdoa di kuburan sungguh hal ini adalah perbuatan sahabat radhiyallahu’anhu
sebagaimana riwayat diatas bahwa Ibn Umar ra berdoa dimakam Rasul saw, dan memang
seluruh permukaan bumi adalah milik Allah swt, boleh berdoa kepada Allah dimanapun,
bahkan di toilet sekalipun boleh berdoa, lalu dimanakah dalilnya yang mengharamkan
doa di kuburan?, sungguh yang mengharamkan doa dikuburan adalah orang yang dangkal
pemahamannya, karena doa boleh saja diseluruh muka bumi ini tanpa kecuali.

Berkata Hujjatul Islam Al Imam Ibn Hajar :
Bahwa para syuhada hidup sebagaimana Nash Alqur’an, dan para Nabi lebih afdhal dari para
Syuhada, sebagaimana buktinya adalah hadits yg dikeluarkan oleh Abu Dawud dari Abu
Hurairah ra : “Dan bershalawatlah kalian kepadaku, sungguh shalawat kalian disampaikan
padaku dimanapun kalian berada”, dan sanadnya shahih, dan berkata Abu Syeikh dalam
kitab Attsawab dengan sanad Jayyid dengan lafadh : “Barangsiapa yang bershalawat
kepadaku dikuburku, aku mendengarnya, dan barangsiapa yang bershalawat padaku
dimanapun, maka disampaikan padaku”, dan juga riwayat Abu Dawud dan Nasa’i yang
dishahihkan oleh Ibn Khuzaimah dari Aus bin Aus dalam keutamaan hari Jumat : “Maka
perbanyaklah shalawat padaku dihari itu karena shalawat kalian ditunjukkan padaku,
mereka berkata : Wahai Rasulullah, bagaimana diperlihatkan shalawat padamu jika
engkau telah musnah?, maka Rasul saw bersabda : “Allah mengharamkan permukaan
Bumi untuk memakan Jasad para Nabi”, selesai ucapan Imam Ibn Hajar. (Fathul Baari bi
Syarah Shahihul Bukhari hadits no.3185 Bab Ahaditsul Anbiya).
Dijelaskan oleh Imam Ibn Katsir dalam Tafsirnya :
وقوله: } وَلَوْ أَنْهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ جَاءُوكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللََّه وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُوا اللََّه تَوَّابًا
رَحِيمًا { يرشد تعالى العصاة والمذنبين إذا وقع منهم الخطأ والعصيان أن يأتوا إلى الرسول صلى
الله عليه وسلم فيستغفروا الله عنده، ويسألوه أن يستغفر لهم، فإنهم إذا فعلوا ذلك تاب الله عليهم
{ ورحمهم وغفر لهم، ولهذا قال: } لَوَجَدُوا اللََّه تَوَّابًا رَحِيمًا
وقد ذكر جماعة منهم: الشيخ أبو نصر بن الصباغ في كتابه “الشامل” الحكاية المشهورة عن
العُتْبي، قال: كنت جالسا عند قبر النبي صلى الله عليه وسلم، فجاء أعرابي فقال: السلام عليك يا
رسول الله، سمعت الله يقول: } وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ جَاءُوكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللََّه وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ
الرَّسُولُ لَوَجَدُوا اللََّه تَوَّابًا رَحِيمًا { وقد جئتك مستغفرا لذنبي مستشفعا بك إلى ربي ثم أنشأ يقول: يا
خيرَ من دُفنَت بالقاع ) 1( أعظُمُه ... فطاب منْ طيبهنّ القاعُ والأكَمُ
نَفْسي الفداءُ لقبرٍ أنت ساكنُه ... فيه العفافُ وفيه الجودُ والكرمُ ... ثم انصرف الأعرابي فغلبتني
عيني، فرأيت النبي صلى الله عليه وسلم في النوم فقال: يا عُتْبى، الحقْ الأعرابيّ فبشره أن الله قد
غفر له

“Dan firman Nya swt : “Dan sungguh ketika mereka telah mendholimi diri mereka
sendiri (berbuat dosa) lalu mereka berdatangan padamu (wahai Muhammad saw),
lalu mereka beristighfar pada Allah swt, lalu Rasul saw beristighfar untuk mereka,
maka mereka akan dapatkan Allah swt menerima tobat mereka dan Maha Berkasih
Sayang (QS Annisa 64), bahwa Allah swt mengajarkan para pendosa dan yg berbuat
maksiat jika terjadi dosa dan kesalahan pada mereka, agar mengunjungi Rasul saw,
dan beristighfar pada Allah swt dihadapan Rasul saw, dan meminta pada Rasul saw
agar memohonkan pengampunan bagi mereka, dan sungguh jika mereka berbuat
itu maka Allah swt memberikan Taubat pada mereka dan menyayangi mereka, dan
mengampuni mereka, untuk hal inilah firman-Nya : “maka mereka akan dapatkan
Allah swt menerima tobat mereka dan Maha Berkasih Sayang”.

Dan telah teriwayatkan jamaah diantara mereka Syeikh Abu Nashr bin Asshibagh pada
kitabnya Assyaamil, mengenai riwayat yang masyhur dari Imam Al Utby, maka ia berkata
: suatu waktu aku sedang duduk dihadapan Kubur Nabi saw, maka datanglah seorang
Dusun dan berkata : Assalamualaika Yaa Rasulullah, aku menegtahui firman Allah swt :
..(seraya membaca ayat diatas).., maka kini aku datang padamu, memohon pengampunan
dosa, dan memohon bantuan syafaatmu kepada Tuhanku”. Lalu ia berpantun : Wahai
Yang sebaik baik dimakamkan pada belahan bumi mulia, maka termuliakanlkah sebab
kemuliaannya wilayah sekitar, Diriku adalah penjamin keselamatan Kubur yang engkau
menempatinya, karena terpendam padanya Maaf Allah swt dan kedermawanan dan
Keluhuran”.
Lalu orang dusun itu keluar, maka aku (Imam Al Utby) mengantuk, lalu aku bermimpi
Rasul saw dalam tidurku dan berkata : Wahai Utbiy, kejar orang dusun itu, katakan kabar
gembira untuknya bahwa ia telah diampuni Allah swt. Selesai ucapan imam Ibn Katsir.
(Tafsir Imam Ibn Katsir Juz 2 hal 347/348, Annisa 64).
Demikian pula hikayat ini diriwayatkan oleh Hujjatul Islam Al Imam Nawawi pada kitabnya
Al Majmuk juz 8 hal 217, dan pada kitab Al Iidhah hal 498.
Bacaan yang dianjurkan saat berziarah ke makam beliau saw tentunya memperbanyak doa,
sebagaimana para sahabatpun demikian, dan tentunya bersalam kepada Rasul saw, Khalifah
Abubakar Asshiddiq ra dan Khalifah Umar bin Khattab ra yang sama – sama dimakamkan di
tempat tersebut secara berdekatan. Wallahu a’lam

PERINGATAN MAULID NABI SAW dan hukumnya


Ketika kita membaca kalimat di atas maka di dalam hati kita sudah tersirat bahwa kalimat
ini akan langsung membuat alergi bagi sebagian kelompok muslimin, saya akan meringkas
penjelasannya secara ‘Aqlan wa syar’an, (logika dan syariah).
Sifat manusia cenderung merayakan sesuatu yang membuat mereka gembira, apakah
keberhasilan, kemenangan, kekayaan atau lainnya, mereka merayakannya dengan pesta,
mabuk - mabukkan, berjoget bersama, wayang, lenong atau bentuk pelampiasan kegembiraan
lainnya, demikian adat istiadat di seluruh dunia.

Sampai disini saya jelaskan dulu bagaimana kegembiraan atas kelahiran Rasul saw.
Allah merayakan hari kelahiran para Nabi Nya
• Firman Allah : “(Isa as berkata di pangkuan ibunya) Salam sejahtera atasku, di hari
kelahiranku, dan hari aku wafat, dan hari aku dibangkitkan” (QS. Maryam : 33)
• Firman Allah : “Salam Sejahtera dari kami (untuk Yahya as) dihari kelahirannya, dan hari
wafatnya dan hari ia dibangkitkan” (QS. Maryam : 15)
• Rasul saw lahir dengan keadaan sudah dikhitan (Almustadrak ala Shahihain hadits
No.4177)
• Berkata Utsman bin Abil Ash Asstaqafiy dari ibunya yang menjadi pembantunya Aminah
ra bunda Nabi saw, ketika Bunda Nabi saw mulai saat saat melahirkan, ia (ibu utsman)
melihat bintang - bintang mendekat hingga ia takut berjatuhan di atas kepalanya, lalu ia
melihat cahaya terang - benderang keluar dari Bunda Nabi saw hingga membuat terang
benderangnya kamar dan rumah (Fathul Bari Almasyhur juz 6 hal 583)
• Ketika Rasul saw lahir ke muka bumi beliau langsung bersujud (Sirah Ibn Hisyam)
• Riwayat Shahih oleh Ibn Hibban dan Hakim bahwa Ibunda Nabi saw saat melahirkan Nabi
saw melihat cahaya yang terang - benderang hingga pandangannya menembus dan melihat
Istana Istana Romawi (Fathul Bari Almasyhur juz 6 hal 583)
• Malam kelahiran Rasul saw itu runtuh singgasana Kaisar Kisra, dan runtuh pula 14 buah
jendela besar di Istana Kisra, dan Padamnya Api di Kekaisaran Persia yang 1000 tahun tak
pernah padam. (Fathul Bari Almasyhur juz 6 hal 583)
Kenapa kejadian kejadian ini dimunculkan oleh Allah swt?, kejadian kejadian besar ini muncul
menandakan kelahiran Nabi saw, dan Allah swt telah merayakan kelahiran Muhammad
Rasulullah saw di alam ini, sebagaimana Dia swt telah pula membuat salam sejahtera pada
kelahiran Nabi - Nabi sebelumnya.

Rasulullah saw memuliakan hari kelahiran beliau saw
Ketika beliau saw ditanya mengenai puasa di hari senin, beliau saw menjawab : “Itu adalah
hari kelahiranku, dan hari aku dibangkitkan” (Shahih Muslim hadits No.1162). Dari
hadits ini sebagian saudara - saudara kita mengatakan boleh merayakan maulid Nabi saw
asal dengan puasa.
Rasul saw jelas - jelas memberi pemahaman bahwa hari senin itu berbeda di hadapan beliau
saw daripada hari lainnya, dan hari senin itu adalah hari kelahiran beliau saw. Karena beliau
saw tak menjawab misalnya : “oh puasa hari senin itu mulia dan boleh - boleh saja..”,
namun beliau bersabda : “itu adalah hari kelahiranku”, menunjukkan bagi beliau saw hari
kelahiran beliau saw ada nilai tambah dari hari hari lainnya, contoh mudah misalnya zeyd
bertanya pada amir : “bagaimana kalau kita berangkat umroh pada 1 Januari?”, maka
amir menjawab : “oh itu hari kelahiran saya”. Nah.. bukankah jelas - jelas bahwa zeyd
memahami bahwa 1 Januari adalah hari yang berbeda dari hari - hari lainnya bagi amir?
dan amir menyatakan dengan jelas bahwa 1 Januari itu adalah hari kelahirannya, dan berarti
amir ini termasuk orang yang perhatian pada hari kelahirannya, kalau amir tak acuh dengan
hari kelahirannya maka pastilah ia tak perlu menyebut - nyebut bahwa 1 Januari adalah
hari kelahirannya, dan Nabi saw tak memerintahkan puasa hari senin untuk merayakan
kelahirannya, pertanyaan sahabat ini berbeda maksud dengan jawaban beliau saw yang
lebih luas dari sekedar pertanyaannya. Sebagaimana contoh diatas, Amir tak mmerintahkan
umroh pada 1 Januari karena itu adalah hari kelahirannya, maka mereka yang berpendapat
bahwa boleh merayakan maulid hanya dengan puasa saja maka tentunya dari dangkalnya
pemahaman terhadap ilmu bahasa.

Orang itu bertanya tentang puasa senin, maksudnya boleh atau tidak?, Rasul saw menjawab
: hari itu hari kelahiranku, menunjukkan hari kelahiran beliau saw ada nilai tambah pada
pribadi beliau saw, sekaligus diperbolehkannya puasa di hari itu.
Maka jelaslah sudah bahwa Nabi saw termasuk yg perhatian pada hari kelahiran beliau saw,
karena memang merupakan bermulanya sejarah bangkitnya Islam.
Sahabat memuliakan hari kelahiran Nabi saw
Berkata Abbas bin Abdulmuttalib ra : “Izinkan aku memujimu wahai Rasulullah..” maka
Rasul saw menjawab: “silahkan..,maka Allah akan membuat bibirmu terjaga”, maka
Abbas ra memuji dengan syair yang panjang, diantaranya : “… dan engkau (wahai Nabi
saw) saat hari kelahiranmu maka terbitlah cahaya dibumi hingga terang - benderang, dan
langit bercahaya dengan cahayamu, dan kami kini dalam naungan cahaya itu dan dalam
tuntunan kemuliaan (Al Qur’an) kami terus mendalaminya” (Mustadrak ‘ala Shahihain
hadits No.5417)

Kasih sayang Allah atas kafir yang gembira atas kelahiran Nabi saw
Diriwayatkan bahwa Abbas bin Abdulmuttalib melihat Abu Lahab dalam mimpinya, dan
Abbas bertanya padanya : “bagaimana keadaanmu?”, abu lahab menjawab : “di neraka,
Cuma diringankan siksaku setiap senin karena aku membebaskan budakku Tsuwaibah
karena gembiraku atas kelahiran Rasul saw” (Shahih Bukhari hadits No.4813, Sunan
Imam Baihaqi Alkubra hadits No.13701, Syi’bul Iman No.281, Fathul Baari Almasyhur juz
11 hal 431). Walaupun kafir terjahat ini di bantai di alam barzakh, namun tentunya Allah
berhak menambah siksanya atau menguranginya menurut kehendak Allah swt, maka Allah
menguranginya setiap hari senin karena telah gembira dengan kelahiran Rasul saw dengan
membebaskan budaknya.
Walaupun mimpi tak dapat dijadikan hujjah untuk memecahkan hukum syariah, namun
mimpi dapat dijadikan hujjah sebagai manakib, sejarah dan lainnya, misalnya mimpi orang
kafir atas kebangkitan Nabi saw, maka tentunya hal itu dijadikan hujjah atas kebangkitan
kenalilah akidahmu 2 63
Nabi saw maka Imam - Imam diatas yang meriwayatkan hal itu tentunya menjadi hujjah
bagi kita bahwa hal itu benar adanya, karena diakui oleh Imam - Imam dan mereka tak
mengingkarinya.

Rasulullah saw memperbolehkan Syair pujian di masjid
Hassan bin Tsabit ra membaca syair di Masjid Nabawiy yang lalu ditegur oleh Umar ra, lalu
Hassan berkata : “aku sudah baca syair nasyidah disini di hadapan orang yang lebih mulia
dari engkau wahai Umar (yaitu Nabi saw), lalu Hassan berpaling pada Abu Hurairah ra dan
berkata : “bukankah kau dengar Rasul saw menjawab syairku dengan doa : wahai Allah
bantulah ia dengan ruhulqudus?, maka Abu Hurairah ra berkata : “betul” (Shahih Bukhari
hadits No.3040, Shahih Muslim hadits No.2485)
Ini menunjukkan bahwa pembacaan Syair di masjid tidak semuanya haram, sebagaimana
beberapa hadits shahih yang menjelaskan larangan syair di masjid, namun jelaslah bahwa
yang dilarang adalah syair - syair yang membawa pada Ghaflah, pada keduniawian. Namun
syair - syair yang memuji Allah dan Rasul-Nya maka hal itu diperbolehkan oleh Rasul saw
bahkan dipuji dan didoakan oleh beliau saw sebagaimana riwayat diatas, dan masih banyak
riwayat lain sebagaimana dijelaskan bahwa Rasul saw mendirikan mimbar khusus untuk
Hassan bin Tsabit di masjid agar ia berdiri untuk melantunkan syair - syairnya (Mustadrak
ala Shahihain hadits No.6058, Sunan Attirmidzi hadits No.2846) oleh Aisyah ra bahwa
ketika ada beberapa sahabat yang mengecam Hassan bin Tsabit ra maka Aisyah ra berkata :
“Jangan kalian caci hassan, sungguh ia itu selalu membanggakan Rasulullah saw” (Musnad
Abu Ya’la Juz 8 hal 337).


Minggu, 22 Desember 2013

PENGURUS RABITHAH ALAWIYAH cabang eks karesidenan Banyumas 2009-2014

Dari kiri ke kanan
  • Ali Ridho bin Alwi Alattas                           Wakil Ketua
  • Lukman bin Mustofa Assegaf                   Sekretaris I
  • Husen bin Salim BSA                                  Dewan Penasehat
  • Ali bin Umar Qudban                                   Ketua
  • Syaugi bin Hamzah Alhabsyi                      Bendahara 
  • Abdulkadir bin Muh Naqib Mulahela        Sekretaris II

MARHABAN YA RASULALLAH SAW. ( Maulid Nabi Muhammad SAW )

Allah mengutus para nabi dan rasul untuk menyampaikan risalah serta menyebarkan ajaran Islam ke muka bumi.
RASUL
Rasul adalah seorang laki laki merdeka yang menerima risalah atau wahyu dari Allah dan ia juga diperintahkan baginya untuk menyampaikannya kepada kaumnya.  Jadi boleh dikatakan juga bahwa setiap rasul pasti nabi tapi tidak semua nabi itu adalah rasul.
يَـأَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ وَإِن لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ
Allah berfirman ”Hai Rasul, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya.” (al-Maidah: 67)

NABI
Nabi adalah seorang laki laki merdeka yang diturunkan kepadanya risalah atau wahyu dari Allah untuk diamalkan, namun tidak diperintahkan baginya untuk menyampaikannya kepada kaumnya.
Kenabian lebih umum karena semua rasul adalah nabi tetapi tidak semua nabi adalah rasul. Jadi orang yang bukan nabi berarti bukan rasul, dengan kata lain, untuk bisa menjadi rasul dia harus menjadi nabi. Rasul diutus untuk membawa risalah kepada manusia, untuk membawa syariat Allah dan agama yang harus disampaikan lagi kepada manusia, sedangkan Nabi saw diutus dengan dakwah dan syariat namun tidak diperintahkan untuk menyampaikanya kepada manusia.
Kenabian adalah pemberian Allah semata. Tidak semua orang bisa menjadi nabi atau julukan nabi. Kenabian tidak bisa diraih dengan cara mendekatkan diri kepada Allah. Manusia tidak mungkin mendapatkan gelar nabi dengan usaha, karena ia bukan gelar yang mungkin diraih dengan jerih payah. Kenabian adalah derajat tinggi dan kedudukan mulia yang Allah berikan kepada orang yang Dia kehendaki. Orang yang dikehendaki sebagai nabi itu telah disiapkan oleh Allah sedemikian rupa untuk memikul kenabian tersebut. Tentu sebelum jadi nabi, Allah menjaganya dari perbuatan yang buruk dan melindunginya dari segala maksiat serta menganugerahkan kepadanya akhlak yang luhur.
Jelasnya, bahwa kenabian tidak diperoleh dengan usaha tertentu, namun kenabian itu anugrah dari Allah diberikan kepada hamba-Nya yang terpilih dan tertentu. Kenabian bukan diberikan kepada orang yang mengharapkan dan memohon menjadi nabi.
Dan kita sebagai muslim, diwajibkan meyakini bahwa Allah mengutus para rasul untuk masing-masing umat yang menyeru mereka kepada tauhid. Beriman kepada seluruh rasul dan nabi adalah wajib dan merupakan rukun iman tanpa membedakan beriman kepada sebagian dan kufur kepada sebagian yang lain sebab hal tersebut sama dengan tidak beriman kepada semuanya. ”(Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya”,” (Al-Baqarah, 285).

JUMLAH PARA NABI DAN RASUL
Wajib bagi setiap muslim mengetahui bilangan para nabi dan rasul yang telah disebut dalam al-Qur’an sebanyak 25 dan wajib meyakininya secara keseluruhan bahwa Allah telah mengutus mereka sebagai nabi dan rasul yang dimulai dari nabi Adam as dan diakhiri oleh nabi Muhammad saw.
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلاً مِّن قَبْلِكَ مِنْهُم مَّن قَصَصْنَا عَلَيْكَ وَمِنْهُمْ مَّن لَّمْ نَقْصُصْ عَلَيْكَ
“Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, diantara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan diantara mereka ada yang tidak Kami ceritakan kepadamu” (al-Ghafir, 78).
Bilangan para rasul sangat banyak, sebagian ulama mengatakan hingga mencapai 315 rasul. Sedangkan bilangan para nabi mencapai 124.000. Di antara mereka ada yang wajib diketahui dan ada yang tidak wajib. Nabi dan rasul Allah yang wajib diketahui berjumlah 25, yakni mereka yang disebutkan di dalam al-Qur’an dengan perincian sebagai berikut: Adam, Idris, Nuh, Hud, Salih, Ibrahim, Lut, Ismail, Ishaq, Ya’qub, Yusuf, Ayyub, Syuaib, Musa, Harun, Dhul Kifli, Daud, Sulaiman, Ilyas, Ilyasa’, Yunus, Zakariya, Yahya, ’Isa, Muhammad

Inilah jumlah nama dan urutan nabi dan rasul Allah yang wajib ketahui. Dimulai dari Nabi Adam as sebagai pembuka para nabi, dan diakhiri Nabi Muhammad saw, nabi dan rasul Allah saw yang terakhir.
Penegasan bahwa Nabi Muhammad saw adalah nabi dan rasul Allah yang terakhir telah banyak ditegaskan Allah dalam al-Qur’an dan dan ditegaskan pula oleh Rasul-Nya di dalam al-hadits. Jadi kalau ada orang mengaku sebagai nabi setelah beliau, pasti dengan tegas umat Islam akan menolak keberadaanya dan tidak mempercayainya, karena Nabi Muhammad saw adalah akhir dan penutup para nabi. Keyakinan bahwa Rasulallah saw adalah nabi terakhir begitu kuat tertanam di dada para sahabat beliau, sehingga ketika ada yang mengaku sebagai nabi, pasti dengan tegas mereka menolaknya dan sekaligus menyatakan perang kepada mereka.
terakhir, wajib bagi kita orang muslim untuk cinta dan mengikuti beliau Nabi Muhammad SAW

Kamis, 07 November 2013

ASYURO { 10 Muharram }


Setiap tahun umat Islam selalu memperingati hari Asyura. Kita memperingatinya dengan cara yang telah dilakukan dan diajarkan oleh Rasulullah saw. Dimana agar kita berpuasa pada tanggal sembilan dan sepuluh Muharram, serta banyak beristigfar memohon ampunan dari Allah atas dosa-dosa yang telah kita perbuat. Begitu pula agar di hari Asyura, kita banyak bersedekah, terutama kepada anak yatim. Karena itu kegiatan tersebut, selalu dikerjakan oleh Muslimin sejak zaman Rasulullah sampai sekarang dan insya Allah sampai akhir zaman. Dengan demikian apabila ada orang yang berkomentar bahwa Asyura sekarang tidak diperingati, maka penilaian semacam itu tidak benar, sebab bertolak belakang dengan apa yang selama ini dikerjakan umat Islam. Tapi kalau yang dimaksud, harus memperingati Asyura dengan cara memukul-mukul badan dengan rantai dan pedang sampai berlumuran darah, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang syiah, memang tidak dilakukan oleh umat islam. Sebab hal tersebut dilarang oleh Allah dan RasulNya. Hari Asyura adalah hari yang bersejarah, hari dimana Allah SWT, telah mengampuni hamba-hambaNya yang bertaubat, serta memohon ampun atas semua dosa-dosa yang telah diperbuat. Sehingga hari itu merupakan hari maghfiroh atau hari pengampunan. Itulah diantara alasan-alasan mengapa hari Asyura diperingati.

Sebelum umat Muhammad dianjurkan oleh Rasulullah saw memperingati hari Asyura, orang-orang Yahudi dan Arab Jahiliyah sudah memperingati hari tersebut. Hal mana mereka lakukan, karena mereka juga mengetahui akan kebesaran hari tersebut, di mana banyak peristiwa yang terjadi pada hari itu seperti : Pada hari Asyura Allah SWT, telah mengampuni dosa nabi Adam as. Pada hari Asyura Allah SWT telah menyelamatkan dan mendaratkan Nabi Nuh as dengan kapalnya. Pada hari Asyura Allah SWT telah menyelamatkan Nabi Musa as dan kaumnya serta menenggelamkan Fir’aun bersama tentaranya. Pada hari Asyura Allah SWT telah menyelamatkan Nabi Yunus as dari ikan Khuut (Paus). Di samping itu masih banyak lagi peristiwa yang terjadi pada hari Asyura. Cara orang-orang Yahudi memperingati hari Asyura, diantaranya ada yang dengan merayakan hari tersebut dengan berpuasa sehari, tepatnya berpuasa pada hari ke sepuluh dalam bulan Muharram. Orang-orang Arab Jahiliyah juga mengikuti jejak orang-orang Yahudi, mereka merayakan hari itu, bahkan pada hari itu mereka membungkus Ka’bah dengan kain.

 Adapun sebab dan cara Rasulullah memperingati Asyura, maka diriwayatkan oleh Ibnu Abbas dalam kitab sahih Bukhari dan Muslim sebagai berikut : Ketika Rasulullah saw kembali ke Madinah (dari bepergian) beliau mendapatkan orang-orang Yahudi sedang berpuasa, kemudian beliau berkata kepada mereka : “Hari apa yang kalian puasai ini?” Mereka menjawab : “Hari ini adalah hari yang sangat mulia, hari di mana Allah telah menyelamatkan Nabi Musa as dan kaumnya serta menenggelamkan Fir’aun beserta tentaranya. Oleh karena Musa as berpuasa pada hari tersebut sebagai rasa syukur kepada Allah, maka kami ikut berpuasa. 
Kemudian Rasulullah berkata: “Kami lebih berhak dan lebih utama dalam mengikuti Nabi Musa as daripada kalian.” Selanjutnya Nabi Muhammad berpuasa dan menganjurkan umatnya untuk berpuasa pada hari Asyura. Bahkan beliau kemudian menganjurkan agar umatnya berpuasa dua hari, yaitu pada hari kesembilan dan kesepuluh pada bulan Muharram, dan puasa tersebut dikenal dengan puasa Tasua dan Asyura.

Disamping hadits diatas, masih banyak hadits yang menerangkan mengenai pahala orang yang berpuasa pada hari tersebut. Oleh karena itu kita sekarang memperingati hari tersebut, kita memperingati dengan melaksanakan apa-apa yang telah diajarkan oleh Rasulullah saw dimana agar kita berpuasa dan bertaubat memohon ampunan dari Allah atas segala dosa yang telah kita perbuat. Karena di hari Asyura Allah memberikan ampunan (magfiroh) pada hamba-hambaNya yang berdo’a memohon ampunan. Disamping masih banyak lagi ajaran Rasulullah, seperti agar kita banyak bersodaqoh pada anak yatim. Itulah cara memperingati hari Asyura, sesuai dengan apa yang telah dijalankan dan diajarkan oleh Rasulullah saw beserta sahabat-sahabat dan sesuai dengan apa yang dilakukan oleh Imam Ali ra dan Imam Husin ra, serta oleh seluruh Ahlil Bait dan turunannya sampai sekarang.

SELAMAT TAHUN BARU HIJRIAH 1435


SEGENAP PENGURUS DPC RABITHAH ALAWIYAH CABANG EKS KARESIDENAN BANYUMAS mengucapkan SELAMAT TAHUN BARU HIJRIAH 1435.
Semoga tahun depan menjadi lebih baik di tahun kemarin.
berikut doa akhir tahun dan awal tahun hijriah.
ket. doa akhir tahun dibaca sesudah ashar akhir bulan Dzulhijjah dan awal tahun dibaca sesudah magribnya


Rabu, 16 Oktober 2013

Qurban Rabithah Banyumas

Alhamdulillah kami Rabithah banyumas telah mengadakan Qurban. Diadakan di kediaman Hb Muh Amin Alattas, Karanglewas kidul rt 04 rw 03 Karanglewas Banyumas Hari Selasa tgl 15 Oktober 2013 setelah sholat Iedul Adha. Qurban 1 ekor Sapi dan 3 ekor kambing. Dibagikan ke tetangga sekitar lokasi pelaksanaan dan habaib se eks karesidenan Banyumas serta kantung kristenisasi di desa Suro Kalibagor Banyumas.

Rabu, 09 Oktober 2013

zakat profesi benarkah???

Zakat profesi tidak diakui dalam Jumhur Ahlussunnah waljamaah, yang ada adalah zakat
harta jika disimpan tanpa dipakai apa - apa, ada pendapat dhoif di mazhab hanafi untuk boleh
dilakukan setiap bulan, namun Jumhur (pendapat terbanyak dan terkuat) seluruh mazhab
berpendapat bahwa zakat harta adalah setahun sekali jika melebihi nishab dan haul.
Nishab : Batas jumlah / nilai yang ditentukan syariah haul : sempurna 1 tahun
Jadi anda bekerja dan mendapat gaji itu tak ada zakatnya, boleh anda bersedekah saja.
Perhitungan zakat harta adalah jika anda menyimpan uang, atau emas anda baru kena zakat
jika menyimpan uang itu sampai setahun, dan jumlah yang anda simpan telah melebih nishab
selama setahun
Zakat maal / harta dikeluarkan setahun sekali, terhitung hari sejak uang kita melebihi
Nishob, dan Nishob zakat maal adalah seharga emas 84 gram, maka bila uang simpanan
kita terus meningkat, misalnya mulai 4 Oktober 2006 uang simpanan kita mulai melebihi
harga emas 84 gram, maka sejak tanggal 4 oktober itu terhitunglah kita sebagai calon wajib
zakat, namun belum wajib mengeluarkan zakat karena menunggu syarat satu lagi, yaitu
haul (sempurna satu tahun)

Senin, 30 September 2013

LAPORAN ZAKAT th 2013

zakat


LAPORAN ZAKAT 2013


A.     Pemasukan                    :             Rp. 24.800.000


B.      Pengeluaran


Mustahiq                                 :           112 x @ Rp.200.000    =  Rp. 22.400.000


Anak yatim                              :             15 x @ Rp.100.000    =   Rp.  1.500.000


Korwil                                        :               7 x @ Rp. 100.000   =   Rp.     700.000


                                                                                       Jumlah         Rp. 24.600.000


C.      Total


                      Rp. 24.800.000 – Rp. 24.600.000 : Rp. 200.000 ( sisa masuk kas )

Jumat, 27 September 2013

IDUL ADHA ( QURBAN )

Qurban2 2012Udlhiyah atau Qurban adalah menyembelih hewan kurban di hari raya kurban (Idul Adha) dan hari-hari tasyriq dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dasar disyari’atkan udlhiyyah :

1.  Surat Al-Kautsar : 2

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ – الكوثر 2


“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah”


Pendapat yang paling kuat dalam mentafsiri lafadz وَانْحَرْ , adalah menyembelih hewan kurban.

2.  Hadits riwayat Anas bin Malik.

ضَحَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ ذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ وَسَمَّى وَكَبَّرَ وَوَضَعَ رِجْلَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا   — متفق عليه


“Sesungguhnya Rasulullah S.A.W menyembelih dua domba putih yang bertanduk dengan tangannya sendiri, seraya mengucapkan basmalah dan bertakbir. Beliau meletakkan kakinya disamping leher domba (H.R. Bukhori-Muslim).

IDUL ADHA ( QURBAN )

Udlhiyah atau Qurban adalah menyembelih hewan kurban di hari raya kurban (Idul Adha) dan hari-hari tasyriq dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dasar disyari’atkan udlhiyyah :

1. Surat Al-Kautsar : 2

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ – الكوثر 2

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah”

Pendapat yang paling kuat dalam mentafsiri lafadz وَانْحَرْ , adalah menyembelih hewan kurban.

2. Hadits riwayat Anas bin Malik.

ضَحَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ ذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ وَسَمَّى وَكَبَّرَ وَوَضَعَ رِجْلَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا — متفق عليه

“Sesungguhnya Rasulullah S.A.W menyembelih dua domba putih yang bertanduk dengan tangannya sendiri, seraya mengucapkan basmalah dan bertakbir. Beliau meletakkan kakinya disamping leher domba (H.R. Bukhori-Muslim).

HIKMAH BERKURBAN : mencukupi kebutuhan fakir miskin di waktu Idul Adha sebagaimana zakat fitrah di waktu idul fitri.



HUKUM BERKURBAN

Hukum berkurban ada 3:

Sunnah kifayah, artinya jika salah satu anggota keluarga telah berkurban, maka gugur tuntutan bagi anggota keluarga yang lain, namun pahala hanya untuk yang berkurban saja.
* Yang dimaksud keluarga disini adalah orang yang di nafkahi, meskipun bukan nafkah wajib.
Sunnah ‘ain muakkad, yaitu untuk per-individu sekalipun bagi yang sedang haji, dengan syarat :

Islam

Mukallaf (baligh dan berakal).

Mampu, yaitu memiliki kelebihan harta untuk menafkahi dirinya dan orang-orang yang menjadi tanggungannya (makanan, pakaian dan tempat tinggal) selama hari raya kurban hingga hari tasyriq (tanggal 11,12 dan 13 Dzulhijjah).

3. Wajib, yaitu dengan dua sebab :

Nadzar , misal: perkataan :”saya nadzar menyembelih kurban”.

Menentukan/mengisyaratkan kepada hewan kurbannya, seperti ucapan : “ini adalah kurbanku” atau “saya jadikan kambing ini sebagai kurbanku”. Namun pendapat Sayid Umar Al-Bashri, perkataan “ini adalah kurbanku” dengan tujuan memberitahukan bahwa hewan ini untuk kurban, tidak menjadi wajib (bukan ta’yin).



HEWAN YANG DAPAT DIJADIKAN KURBAN

Allah SWT berfirman :

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ — الحج 34

“Dan bagi setiap umat telah Kami syari’atkan penyembelihan (kurban), agar mereka menyebut nama Allah atas rizki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak. Maka Tuhanmu ialah Tuhan yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan sampaikanlah (Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).”

Kalimat “ أنعام “ dalam ayat ini adalah onta, sapi dan kambing, karena tidak ada riwayat dari Nabi atau sahabat berkurban dengan yang selainnya.

Hewan kurban, yang paling utama adalah onta , kemudian sapi lalu kambing. Onta dan sapi dapat dijadikan kurban untuk 7 orang , sebagaimana hadits riwayat Imam Muslim:

عن جابر رضي الله عنه قال : نحرنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم عام الحديبية البدنة عن سبعة والبقرة عن سبعة — رواه مسلم

“Dari Jabir r.a :” Kita menyembelih kurban bersama Rasulullah S.A.W di tahun Hudaibiyyah, satu onta untuk 7 orang , begitu juga sapi.”.

Catatan :

Tujuh orang berkurban dengan tujuh kambing lebih utama daripada tujuh orang dengan satu ekor onta atau sapi.
Tujuh kambing untuk satu orang lebih utama daripada seekor onta/sapi untuk satu orang.



KRITERIA HEWAN KURBAN

1. Umur :

Onta berumur 5 tahun lebih (masuk ke tahun ke-6).

Sapi berumur 2 tahun lebih.

Kambing kacang berumur 2 tahun lebih dan kambing gibas/domba berumur 1 tahun lebih atau berumur 6 bulan lebih tapi telah poel (gigi depanya sudah patah/jatuh).

2. Terbebas dari aib yang bisa mengurangi kuantitas daging , seperti sakit, terpotong sebagian telinganya, pincang, gila, sangat kurus, buta dan lain-lain. Sebagaimana diriwayatkan dalam hadist :

أَرْبَعٌ لَا تُجْزِئُ في الْأَضَاحِيِّ الْعَوْرَاءُ الْبَيِّنُ عَوَرُهَا وَالْمَرِيضَةُ الْبَيِّنُ مَرَضُهَا وَالْعَرْجَاءُ الْبَيِّنُ عَرَجُهَا وَالْعَجْفَاءُ التي لَا تُنْقِي

Artinya : 4 hal tidak diperkenankan dalam hewan kurban : buta, sakit, pincang sertasangat kurus hingga tak bersumsum.” (H.R. Ibn Majah dan Nasa’i)



NIAT BERKURBAN

Wajib, jika berupa kurban sunnah. Waktu niat, ketika menyembelih atau sebelumnya. Boleh mewakilkan niat dan penyembelihan kepada orang muslim yang mumayyiz.
Tidak wajib, jika menentukan hewan kurban ketika bernadzar. Namun jika nadzar tanpa menentukan, maka tetap wajib niat ketika penyembelihan atau ta’yin (penentuan hewan kurban). Begitu juga jika dengan menentukan/mengisyaratkan kepada hewan kurban (ta’yin bil ja’li).

Lafadz niat kurban sunnah :

نَوَيْتُ التَّضْحِيَةَ بِهَذِهِ لِلَّهِ تَعَالَى

“ Aku niat berkurban dengan hewan ini karena Allah ta’ala “

WAKTU PENYEMBELIHAN

Waktu penyembelihan dimulai dari terbitnya matahari tanggal 10 Dzulhijjah ditambah seukuran waktu untuk sholat dua raka’at beserta khutbahnya dan berakhir dengan terbenamnya matahari akhir hari Tasyriq (tanggal 13 Dzulhijjah). Sebagaimana hadits riwayat Ibn Hibban :

كُلُّ أَيَّامِ تَشْرِيْقٍ ذَبْحٌ — رواه بن حبان

Artinya : semua hari-hari tasyriq adalah waktu yang diperbolehkan untuk menyembelih kurban.

Namun waktu yang paling afdhal adalah setelah shalat hari raya. Sebagaimana dalam shahih Imam Bukhari:

أَوَّلُ مَا نَبْدَأُ بِهِ فِي يَوْمِنَا هَذَا أَنْ نُصَلِّيَ ثُمَّ نَرْجِعَ فَنَنْحَرَ فَمَنْ فَعَلَ هَذَا فَقَدْ أَصَابَ سُنَّتَنَا وَمَنْ نَحَرَ قَبْلَ ذَلِكَ فَإِنَّمَا هُوَ لَحْمٌ يُقَدِّمُهُ لِأَهْلِهِ لَيْسَ مِنْ النُّسُكِ فِي شَيْءٍ .

Artinya : Pertama kali yang kita lakukan di hari raya Idul Adha adalah sholat Ied kemudian pulang dan menyembelih kurban , Maka barang siapa yang mengerjakan ini (setelah masuk waktunya) benar-benar sesuai dengan syari’atku. Dan barang siapa menyembelih sebelum masuk waktunya, maka (sembelihannya) hanyalah daging yang disajikan untuk keluarga dan sama sekali bukan termasuk kurban “ (H.R. Bukhari).

PEMBAGIAN DAGING KURBAN

1. Udlhiyah wajib (nadzar atau ditentukan)

Seluruh daging harus disedekahkan dan tidak boleh bagi orang yang berkurban atau keluarga yang wajib dinafkahi untuk memakan sedikitpun. Jika tetap dilanggar , maka wajib mengganti seukuran yang dimakan baik berupa daging atau harganya. Keharaman ini berlaku juga bagi wakil dan keluarga yang wajib dinafkahi.

2. Udlhiyah sunnah

Ada beberapa cara pembagian daging kurban sunnah yaitu :

Paling utama dengan mengambil sedikit untuk dikonsumsi sendiri dengan tujuan tabarruk (keberkahan) lalu mensedekahkan sisanya kepada fakir miskin.
Mensedekahkan sedikit saja untuk fakir miskin dan sisanya dikonsumsi sendiri.
Membaginya menjadi 3 bagian, satu bagian untuk dirinya, satu bagian untuk fakir miskin dan satu bagian lagi dihadiahkan kepada tetangga atau kerabatnya walaupun kaya raya.

** Daging yang diberikan kepada fakir miskin bersifat tamlik (memindah kepemilikan) sehingga boleh digunakan apa saja seperti dijual, dan lain-lain. Sedangkan yang diberikan kepada orang kaya bersifat hadiah,sehingga hanya boleh dikonsumsi sendiri atau disedekahkan kepada orang lain dan tidak boleh dijual.

** Kulit hewan kurban boleh disedekahkan (bukan pada masjid) atau dimanfaatkan untuk diri sendiri. Tidak boleh dijual atau dijadikan upah bagi penyembelih (tukang jagal) karena bisa menghilangkan pahala kurban. Rasulullah SAW bersabda :

مَنْ بَاعَ جِلْدَ أُضْحِيَتِهِ فَلاَ أُضْحِيَةَ لَهُ – رواه البيهقي

Artinya : Barang siapa menjual kulit hewan kurbannya , maka tidak mendapatkan pahala kurban. (H.R. Baihaqi).



KESUNAHAN DALAM UDHIYAH

Membaca basmalah .
Mengucapkan takbir tiga kali setelah basmalah.
Membaca shalawat.
Menghadap kiblat . Adapun menghadapkan hewan kurban ke arah kiblat, maka ada perbedaan pendapat ulama’.
Membaringkan hewan kurban pada sisi kiri badannya dan mengikat semua kakinya kecuali yang kanan. Namun pada onta disembelih dengan berdiri.
Membaca do’a ketika menyembelih : اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّي
Tidak memotong rambut, kuku dan semua anggota badan lainnya sebelum prosesi penyembelihan hewan kurbannya (karena hukumnya makruh).
Menyembelih sendiri jika mampu, kecuali perempuan, maka sunah mewakilkannya. Bagi yang mewakilkan, disunnahkan untuk menyaksikan penyembelihannya.
Bagi imam (pemimpin daerah) sunah untuk menyembelih hewan kurban dari baitul mal (jika ada) untuk kaum muslimin.

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN

Hendaknya tidak berkurban dengan hewan hamil untuk keluar dari khilaf ulama’, kecuali jika kehamilan menyebabkan berkurangnya kuantitas daging.
Daging harus disedekahkan dalam keadaan mentah. Jika dibagikan dalam keadaan matang (berupa masakan), maka tidak sah.
Lebih baik tidak menyembelih di akhir hari Tasyriq (tanggal 13 Dzulhijjah) agar keluar dari pendapat ulama’ yang menyatakan tidak sah yaitu imam-imam di luar madzhab Syafi’i.
Menurut imam Romli, boleh menyembelih satu kambing dengan niat kurban sekaligus aqiqah (mendapat pahala keduanya) dengan syarat bukan kurban atau aqiqah wajib. Sedangkan menurut Ibn Hajar jika diniati keduanya, maka tidak menjadi kurban atau aqiqah (syatu lahm)
Kurban diganti dengan uang tidak sah. Boleh mewakilkan dalam pembelian hewan kurban sekaligus penyembelihan dan pembagiannya. Jika seseorang berkata kepada yang lain :”sembelihlah hewan kurban untukku “, menjadikannya sebagai wakil dalam penyembelihan sekaligus pembagian daging kurban, sehingga wajib baginya untuk mengganti harga hewan tersebut.
Boleh menyimpan daging kurban (untuk dikonsumsi selepas waktu kurban) seperti dijadikan dendeng atau dikalengkan.
Menyerahkan hewan kurban kepada kiyai atau tokoh masyarakat berupa hewan hidup (bukan daging) tidak menjadi miliknya tapi hanya menjadikannya sebagai wakil dalam penyembelihan dan pembagian saja karena pembagian kurban harus sudah disembelih. Sehingga tidak diperbolehkan untuk mengambil daging kurban sedikitpun kecuali seukuran yang ditentukan oleh orang yang berkurban.
Menyembelih hewan kurban setelah habisnya waktu kurban (setelah terbenamnya matahari tanggal 13 Dzulhijjah), jika berupa kurban sunnah, maka tidak sah. Namun jika berupa kurban nadzar, maka tetap wajib dilaksanakan sebagai qodlo’.
Berkurban untuk orang yang sudah meninggal menurut pendapat yang kuat tidak sah kecuali jika telah mendapatkan wasiat dari si mayit sebelum meninggalnya.
Boleh memberikan daging kurban kepada satu orang fakir miskin, berbeda dengan zakat.
Membagikan daging kurban (nadzar atau kadar wajib dari kurban sunah) kepada fakir miskin di luar daerah penyembelihan hewannya ada dua pendapat. Sebaiknya tidak membagikan di luar daerah penyembelihan untuk keluar dari khilaf ulama’
Dalam mengetahui umur hewan kurban bisa mendasarkan pada kabar penjual hewan kurban, dengan catatan hewan tersebut lahir dalam kepemilikannya atau dengan bertanya kepada orang yang ahli dalam bidang perhewanan .
Menyerahkan kurban kepada masjid dapat dibenarkan jika dimaksudkan diserahkan kepada salah satu pengurus masjid sebagai wakil dalam penyembelihan dan pembagian daging kurban.
Penyembelihan hewan kurban tidak boleh dilaksanakan di halaman milik masjid atau wakaf untuk masjid. Demikian juga tidak boleh menggunakan alat-alat milik masjid dalam penyembelihan dan pembagian daging kurban.

Minggu, 22 September 2013

PENGURUS RABITHAH ALAWIYAH CAB EX KARESIDENAN BANYUMAS TH 2009- 2014

IMG-20130922-00289Dari kiri ke kanan : Aliridho bin Alwi Alattas ( wakil ketua ) Lukman bin Mustafa Assegaf ( sekretaris ) Husen bin Salim BSA ( dewan penasehat ) Ali bin Umar Qudban ( ketua ) Syaugi Alhabsyi ( Bendahara ) Abdulkadir Mulahela ( sekretaris II )

SILAHTURAHMI RABITHAH BANYUMAS, Ahad, 22 SEPTEMBER 2013

Foto0047Silahturahmi DPC RABITHAH ALAWIYAH cab ex karesidenan Banyumas diadakan di kediaman Hb. Abdulkadir Mulahela Sokaraja Banyumas. hari Ahad, tgl 22 september 2013. Membahas laporan zakat Ramadhan th 2013. dan pembentukan panitia qurban Idul Adha th2013. serta kerjasama menyambut Alhabib Lutfi Yahya Pekalongan yang akan hadir di Cilongok Banyumas tgl 7 Oktober 2013.

Rabu, 18 September 2013

RABITHAH ALAWIYAH BANYUMAS MENERIMA DAN MENYALURKAN QURBAN 2013

QurbanMenyambut hari Raya Iedul Adha 1434 H. Kami pengurus RABITHAH ALAWIYAH BANYUMAS menerima dan menyalurkan hewan qurban. untuk disalurkan kepada saudar-saudara kita yang wilayahnya dipengaruhi paham wahabi daerah karanglewaskidul Banyumas dan untuk saudara-saudara kita Habaib yang membutuhkan. Terutama untuk syiar kita Ahlusunnah Waljamaah. Harapan kami seperti apa yang diamanatkan oleh program kerja RABITHAH ALAWIYAH. ( CP. 085291184452  Lukman Assegaf ).

InsyaAllah akan dilaksanakan pada hari selasa tgl 15 oktober 2013 atau tepatnya setelah sholat Ied Adha 1434 H. dan dilaksanakan di kediaman Hb. Muh Amin Alattas, Karanglewas kidul

Minggu, 15 September 2013

INNALILLAHI WAINNAILAIHI ROJIUN

Hb Munzir AlmusawaSegenap pengurus RABITHAH ALAWIYAH cab Banyumas turut berduka yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Alhabib Munzir bin Fuad Almusawa, Pimpinan Majelis Rasulullah SAW Jakarta. Ahad tgl 15 September 2013. Alfatehah

Kamis, 12 September 2013

Biografi Sayyid Ahmad Zaini Dahlan

ahmad zaini dahlanSayyid Ahmad Zaini Dahlan Adalah salah seorang "Syaikhul Islam" yang ilmu dan dakwahnya menyebar ke seluruh penjuru dunia. beliau merupakan pengajar terkemuka di Masjidil haram yang kala itu menjadi pusat perkembangan ilmu pengetahuan Islam. Murid-muridnya datang dari berbagai belahan dunia. Sayyid Ahmad Zaini Adalah keturunan " Quthb Rabbany" Syaikh Abdul Qadir al Jailani.

Sayyid Ahmad Zaini Dahlan adalah merupakan seorang Syeikhul Islam, Mufti Haramain dan Pembela Ahlus Sunnah Wal Jama`ah. Berasal dari nasab yang mulia, ahlul bait Rasulullah melalui keturunan Sayyiduna Hasan, cucu kesayangan Rasulullah. Berdasarkan kepada kitab “Taajul-A’raas”, juzuk 2, mukasurat 702 karya al-Imam al-’Allaamah al-Bahr al-Fahhamah al-Habib ‘Ali bin Husain bin Muhammad bin Husain bin Ja’faar al-’Aththaas. Nasabnya adalah seperti berikut: Al-Imam al-Ajal wal-Bahrul Akmal Faridu ‘Ashrihi wa Aawaanihi Syeikhul-Ilm wa Haamilu liwaaihi wa Hafidzu Haditsin Nabi s.a.w. wa Kawakibu Sama-ihi, Ka’batul Muriidin wa Murabbis Saalikiin asy-Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan bin Ahmad Dahlan bin ‘Utsman Dahlan bin Ni’matUllah bin ‘Abdur Rahman bin Muhammad bin ‘Abdullah bin ‘Utsman bin ‘Athoya bin Faaris bin Musthofa bin Muhammad bin Ahmad bin Zaini bin Qaadir bin ‘Abdul Wahhaab bin Muhammad bin ‘Abdur Razzaaq bin ‘Ali bin Ahmad bin Ahmad (Mutsanna) bin Muhammad bin Zakariyya bin Yahya bin Muhammad bin Abi ‘Abdillah bin al-Hasan bin Sayyidina ‘Abdul Qaadir al-Jilani, Sulthanul Awliya` bin Abi Sholeh Musa bin Janki Dausat Haq bin Yahya az- Zaahid bin Muhammad bin Daud bin Muusa al-Juun bin ‘Abdullah al-Mahd bin al-Hasan al-Mutsanna bin al- Hasan as-Sibth bin Sayyidinal-Imam ‘Ali & Sayyidatina Fathimah al-Batuul. Ia mendapatkan pendidikan dasar dari ayahandanya sendiri sampai berhasil menghafalkan Al Qur'an dan beberapa kitab matan Alfiyah, Zubad dan lain-lain. Kemudian beliau menuntut ilmu di Masjidil Haram kepada beberapa Syekh Al Allamah Syaikh Utsman bin Hasan Ad Dimyathi al Azhari merupakan "Syaikh Futh" yang banyak memepengaruhi dirinya.

Rabu, 11 September 2013

Kepribadian Pengaruhi Bentuk Tubuh Seseorang

fat
Saat kesulitan menurunkan berat badan, Anda mungkin akan menyalahkan pola makan atau kebiasaan malas berolahraga. Padahal banyak hal yang dapat mempengaruhi berat badan seseorang, termasuk juga sifat atau kepribadian.

Dikutip Foxnews, sebuah penelitian yang dipresentasikan di Konvensi Asosiasi Psikologi Amerika di Honolulu, Hawaii, menyebut beberapa kepribadian yang dapat mempengaruhi berat badan seseorang.

Dari empat penelitian yang melibatkan lebih dari 89 ribu orang, ditemukan bahwa orang yang memiliki tingkat neurotisisme tinggi atau orang yang rentan terhadap emosi negatif, seperti kecemasan, kesedihan, kesepian, tidak disiplin, dan mudah terganggu cenderung memiliki indeks massa tubuh lebih tinggi.

Menurut asisten profesor di Florida State University Angelina Sutin, orang yang memiliki salah satu dari sifat di atas sangat rentan terhadap obesitas. Namun, bukan berarti memiliki keduanya berdampak lebih buruk.

Bagaimana keterkaitan neurotisisme dan obesitas? Para peneliti memberi contoh lebih gamblang. Misalnya orang yang tingkat neurotisisme-nya tinggi kemungkinan akan lebih mudah stres dan makan dengan emosional. Sehingga stres yang dialami tidak akan membakar asupan makanan yang masuk.
"Kita biasanya berpikir bahwa kepribadian itu sesuatu yang stabil. Tapi kepribadian nyatanya dapat diubah," ujar Satin.

Dengan begitu, mengenali pribadi sangatlah penting sebagai upaya pencegahan obesitas. Sembunyikan makanan penyebab kegemukan saat emosi negatif datang

دمشق تقبل عرض روسيا للكيميائي والائتلاف يندد

الحلقي أكد تأييد حكومته للمبادرة الروسية بشأن أسلحة سوريا الكيميائية (الفرنسية-أرشيف)

images
أكد رئيس الوزراء السوري وائل الحلقي الثلاثاء تأييد حكومته للمبادرة الروسية بوضع الأسلحة الكيميائية السورية تحت رقابة دولية، واستعدادها للتعاون مع مختلف المبادرات السياسية لـ"نزع فتيل الحرب" وفق ما نقلت عنه وكالة الأنباء الرسمية (سانا). في المقابل ندد الائتلاف الوطني السوري المعارض بالعرض الروسي واعتبره "مناورة سياسية" وطالب بـرد على نظام دمشق لوقف "آلة القتل التي يستخدمها النظام".

وقالت الوكالة إن الحلقي أشار إلى أن تأييد الحكومة للمبادرة الروسية جاء انطلاقا مما وصفه الحرص على أرواح المواطنين وأمن سوريا ومنع حدوث حرب قد تمتد تداعياتها إلى أبعد من المنطقة.

كما أكد الحلقي -وفق الوكالة- استعداد دمشق للتعاون مع مختلف المبادرات السياسية الدولية التي تهدف لنزع فتيل الحرب. كما أشار إلى أن الشعب السوري "يسعى للخروج من الأزمة الراهنة عبر الحوار الوطني، ويرحب بأي مبادرة تصب في هذا الإطار وخاصة مؤتمر جنيف 2" في إشارة للمؤتمر الدولي الذي كانت دعت إليه واشنطن وموسكو قبل أشهر ولم يجد طريقه إلى الانعقاد.

وكان وزير الخارجية وليد المعلم عاد وأكد اليوم أن سوريا "أعطت موافقتها" على اقتراح موسكو منذ مساء أمس لدى لقائه نظيره الروسي سيرغي لافروف وفق ما نقلت وكالات الأنباء الروسية عن الوزير السوري.

وينص الاقتراح الروسي على وضع مخزون الأسلحة الكيميائية السورية تحت رقابة دولية، ومن ثم التخلص منها. وأعلن المعلم بعد وقت قصير على إعلان الاقتراح على لسان نظيره الروسي وترحيب دمشق به.

وتهدف الخطة الروسية لتجنيب دمشق ضربات عسكرية تخطط الولايات المتحدة لتوجيهها إلى النظام السوري الذي تتهمه بالوقوف وراء هجوم كيميائي وقع في 21 أغسطس/ آب الماضي بريف دمشق وأودى بحياة مئات الأشخاص.
رئيس الائتلاف أحمد الجريا (يسار) وقائد هيئة أركان الجيش الحر سليم إدريس (أرشيف)

الائتلاف يندد
في المقابل، ندد الائتلاف الوطني السوري باقتراح روسيا وضع الأسلحة الكيميائية السورية تحت إشراف دولي لتجنيب البلاد ضربة عسكرية غربية. واعتبر الائتلاف ذلك "مناورة سياسية" وطالب بـرد على نظام دمشق.

واعتبر الائتلاف السوري في بيان له أن دعوة (وزير الخارجية الروسي سيرغي) لافروف الأخيرة "تصب في باب المماطلة غير المجدية والتي ستسبب مزيدا من الموت والدمار للشعب السوري".

وأكد الائتلاف أن "مخالفة القانون الدولي تستوجب رداً دولياً حقيقياً ومتناسباً مع حجمها، ولا يمكن بأي حال من الأحوال أن تسقط جرائم الحرب بالتقادم عن مرتكبيها، فالجرائم الجنائية ضد الإنسانية لا تسقط بتقديم تنازلات سياسية، أو بتسليم الأداة التي ارتكبت بها هذه الجرائم"

وفي السياق، قال عضو الائتلاف السوري فايز سارة للجزيرة إن المبادرة الروسية بخصوص السلاح الكيميائي يجب أن تشمل الأسلحة الأخرى التي يستخدمها النظام السوري ضد الشعب والتي لا تقل فتكا عن الكيميائي.

وكان رئيس أركان الجيش السوري الحر اللواء سليم إدريس اتهم كلا من النظام السوري الحاكم وروسيا بالكذب والخداع فيما يتعلق بمبادرة إخضاع دمشق أسلحتها الكيميائية للرقابة الدولية.

وقال إنه لا يثق في نظام بشار الأسد الذي يسعى لكسب الوقت وإقناع العالم بالتراجع عن توجيه ضربة عسكرية ضده، بعد تكاثر عدد الدول المؤيدة لهذه الضربة.

واتهم إدريس النظام السوري وروسيا وإيران بترويج ما وصفها بأكاذيب. وقال إنه لا يقبل إلا بتوجيه الضربات إلى هذا النظام.

كما حذر في اتصال هاتفي مع قناة الجزيرة الأميركيين من الوقوع في شرك الخديعة والتضليل، والتراجع عن توجيه ضربة "لهذا النظام المجرم الذي قتل الألوف".

وطلب إدريس ممن وصفهم بالأصدقاء ألا ينخدعوا وألا يتراجعوا عن هذه الضربات، معتبرا أن النظام في دمشق يريد أن يشتري الوقت كي ينجو بجلده.

يُذكر أن الكونغرس الأميركي بدأ الاثنين مناقشة مسألة توجيه الضربة لسوريا، وأن يصوت على ما إذا كان يفترض بواشنطن تنفيذها أم لا، وذلك بناء على طلب من الرئيس باراك أوباما.

Selasa, 10 September 2013

Saudi Arabia reports more MERS virus deaths

 

 

indexSaudi Arabia is the country worst hit by the coronavirus MERS, which has killed 52 people globally [AP]

Another three people have died in Saudi Arabia after contracting the MERS coronavirus, bringing the kingdom's total fatalities of the SARS-like virus to 47.

A Saudi man, aged 74, died in the western city of Medina after being in contact with an infected person, the health ministry said on Sunday on its website.

A 56-year-old foreigner, who worked in the health sector, also died in Medina, while another Saudi, aged 53, who suffered chronic diseases, died in Riyadh, the ministry added.
MERS: Who owns medical research?

The health authority also announced five new cases of infection of the coronavirus, including an 18-year-old Saudi man, and a three-year-old girl in Hafr al-Baten, in the northeast, who contracted the virus after being in contact with an infected person.

The three others are all Saudi nationals.
The virus has killed 54 people out of 108 confirmed cases of infections, the World Health Organisation said on its website on Saturday. Saudi Arabia is the country worst hit by MERS.

Experts are struggling to understand MERS - Middle East Respiratory Syndrome - for which there is still no vaccine and which has an extremely high fatality rate of more than 51 percent.

It is considered a cousin of the SARS virus that erupted in Asia in 2003 and infected 8,273 people, nine percent of whom died.

Like SARS, MERS is thought to have jumped from animals to humans, and it shares the former’s flu-like symptoms - but differs by also causing kidney failure.

According to research published last month in the American health journal Emerging Infectious Diseases, MERS was transmitted to humans from bats.

But a study in the Lancet found that the virus could have come from camels.

Syria accepts Russian chemical weapon plan

images

 

 

The Syrian government has accepted a Russian proposal to put its chemical weapons under international control to avoid a possible US military strike, Reuters reported, citing Russia's Interfax news agency.

"We held a very fruitful round of talks with Foreign Minister Sergey Lavrov yesterday, and he proposed an initiative relating to chemical weapons. And in the evening we agreed to the Russian initiative," Interfax quoted Foreign minister Walid al-Muallem as telling the speaker of Russia's lower house parliament house in Moscow on Tuesday.

He said Syria had agreed because this would "remove the grounds for American aggression," the report said.

Russia said earlier it was working on an "effective, concrete" plan for putting Syria's chemical weapons under international control, while France said it planned to float a UN Security Council resolution aimed at forcing Damascus to make its weapons programme public and then dismantle it.

The diplomatic push over Syria's chemicals weapons gathered momentum on Tuesday, a day after the Russian foreign minister suggested the measure for averting US plans for a military strike against Syria.

France on Tuesday said it would start the process for a new UN Security Council resolution, under Chapter 7 of the UN Charter, which is militarily enforceable.

Foreign Minister Laurent Fabius said the resolution would propose putting any Syrian chemical weapons under international control before moving to dismantle it.

Fabius said the resolution, based around five points, would demand that Syria "bring fully to light'' its chemical weapons programme. The measure would also set up international inspections and controls of the dismantling process, and would carry "very serious consequences'' if the commitment were violated.

Syria has welcomed the Russian proposal and US President Barack Obama said he saw a possible breakthrough in the crisis but remained sceptical.

Obama had argued that Syrian President Bashar al-Assad must be punished militarily for what Washington says was a poison gas attack that killed hundreds in the Damascus suburbs on August 21.

Obama described the Russian plan as "positive", saying he would consider it and that military strikes would "absolutely" be put on hold if that were to happen.

Iran and China also welcomed the Russian proposal on Tuesday.

"As long as it is a proposal that helps ameliorate the current tense situation in Syria, is beneficial to maintaining
peace and stability in Syria and the region, and is beneficial to a political resolution, the international community ought to give it positive consideration," Chinese Foreign Ministry spokesman Hong Lei said.

The Arab League chief added his voice on Tuesday and also expressed support for the proposal.

Nabil Elaraby told reporters that the Arab League has always been in favour of a "political resolution."

Israel, however, voiced skepticism about the plan with President Shimon Peres warning on Monday that negotiations would be "tough'' and that Syria is "not trustworthy.''

Avigdor Lieberman, who chairs the parliament's foreign affairs and defence committee, told Israel Radio on Tuesday that Syria could use the idea to stall military action.

"Assad is winning time and lots of it," he said.